Perusahaan Asuransi Pada Kelojotan Gagal Bayar? Berikut Penyebabnya

Perusahaan Asuransi Pada Kelojotan Gagal Bayar? Berikut Penyebabnya

penyebab asuransi jiwasraya gagal bayar
Baru-baru ini sedang hangat-hangatnya pemberitaan tentang perusahaan asuransi JiwaSraya yang gagal bayar. Jika jumlahnya masih berkisar antara belasan atau puluhan miliar mungkin bukanlah sesuatu yang harus terlalu dikhawatirkan mengingat JiwaSyara merupakan sebuah perusahaan besar.

Akan tetapi, jumlah total gagal bayar yang sudah menjadi kewajiban bagi Jiwa Sraya yang harus dibayarkan ke semua nasabah ternyata sudah mencapai sekitar 12 triliun rupiah, dan angka ini tentu saja bukanlah angka yang sedikit.

Darimana admin bisa tahu informasi angka tersebut?  tentu saja dari sumber yang dapat dipercaya dan jelas dan bisa dipertanggung jawabkan, yakni dari tayangan video Youtube yang sudah diunggah oleh channel CNBC Indonesia yang merupakan platform penyedia berita dan informasi seputar bisnis dan ekonomi.

Penyebab Asuransi JiwaSraya Gagal Bayar dan Bangkrut


Menurut laporan CNBC Indonesia yang juga datanya mengacu pada Kejaksaan Agung, jumlah total gagal bayar JiwaSraya hingga bulan desember 2019 ini adalah 12,4 Triliun.

Dan juga, ternyata Risk Based Capital jumlahnya juga sudah sangat jauh dari ambang batas yang ditentukan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sebesar 120% karena untuk JiwaSraya ini sudah mencapai 805%.

Dalam video tersebut juga dijelaskan mengenai beberapa hal yang membuat JiwaSraya rugi atau yang menyebabkan perusahaan tersebut menjadi gagal membayar nasabah diantaranya adalah salah investasi.

Investasi Risiko Tinggi JiwaSraya Di Bidang Saham dan Reksadana


Kejaksaan Agung menduga bahwa JiwaSraya banyak berinvestasi di tempat yang memiliki risiko tinggi seperti misalnya investasi saham yang dipilih oleh JiwaSraya yang bernilai 5,7 Triliun atau sekitar 22,4 dari total aset perusahaan.

Dari dari total investasi saham JiwaSraya tersebut ternyata hanya 5% saja yang di investasikan di saham yang ber-fundamental bagus atau saham-saham yang termasuk dalam Indeks LQ45, sementara sisanya yang sebesar 95% ini masuk kedalam saham-saham yang berkinerja buruk yang bahkan hingga saat ini termasuk ke dalam saham-saham yang nilainya sudah jatuh ke level terendah yaitu 50 rupiah per unit saham (saham gocap).

Sementara itu, investasi yang dilakukan JiwaSraya dibidang Reksadana jumlah totalnya mencapai 14,9 Triliun dari investasi tersebut hanya  2 persennya saja yang dikelola oleh manager investasi yang berkinerja baik dan sisanya dikelola oleh manajer investasi yang memiliki kinerha buruk.

Daftar Asuransi Lainnya Yang Mengalami Gagal Bayar


  • Asuransi Jiwa Bumitera

Ternyata perusahaan asuransi Bumiputera yang juga sudah cukup terkenal sejak dulu itu juga sudah mengalami gagal bayar sebesar 2,7 Triliun terhitung hingga bulan Januari 2018 lalu.

Jika dilihat dari indikator kesehatan keuangannya atau Risk Based Capital juga mirip dengan JiwaSraya karena minus hingga 6 ratusan persen.

Dan dari laporan data tersebut juga disebutkan bahwa total aset yang dimiliki Bumiputera nilainya hanya 10,28 Triliun, namun perusahaan ini memiliki kewajiban dan juga hutang yang harus dibayarkan nilainya sebesar 31 Triliun.


  • Asuransi Bakrie Life Gagal Bayar

Dan jauh sebelum kasus diatas atau tepatnya pada tahun 2013, perusahaan asuransi jiwa Bakrie Life sebenarnya juga dilaporkan gagal bayar dan memenuhi kewajibannya hingga 270 miliar dan tercatat di tahuan 2016 izin operasional yang dimilikinya dicabut oleh pemerintah.

Simak Video Penjelasannya Berikut ini:

.

Diposting oleh

lowongan kerja wanita usia 45 tahun
Random PostsLainnya...

    0 komentar: