Retas Akun PayPal & Apple, Komplotan Ini Raup Untung Ratusan Juta

Retas Akun PayPal & Apple, Komplotan Ini Raup Untung Ratusan Juta

kasus-pembobolan-akun-paypal-apple Saat ini perbankan di Indonesia memang sedang agak sedikit terguncang dengan kasus Skimming ATM yang belum sepenuhnya selesai, meskipun beberapa pelakunya sudah ada yang tertangkap dan sedang diamankan pihak kepolisian.

Tapi ternyata, baru-baru ini malah ada kasus pembobolan akun PayPal & Apple, dan dari aksi tersebut pelaku mendapatkan keuntungan hingga ratusan juta rupiah.

Mengutip artikel dari situs berita CNN Indonesia dalam sebuah artikel berjudul "Bobol Apple, 'Kolam Tuyul' Belanja Online Gratis Rp500 Juta", bahwa Polda Jawa Timur telah berhasil menangkap beberapa pelaku peretasan akun PayPal dan Apple.


Pelaku meretas akun-akun tersebut bukan untuk diambil saldo PayPal nya akan tetapi hanya agar dapat mengetahui rincian setiap kartu kredit yang terhubung pada akun-akun tersebut.

Baru kemudian setelah pelaku mengetahuinya, pelaku bisa menggunakannya secara bebas selayaknya pemilik resmi dari kartu kredit tersebut.

Dan dari penuturan pelaku setelah ditangkap, mereka mengatakan banyak kebanyakan korban yang telah mereka pergunakan kartu kreditnya untuk berbelanja online untuk mereka sendiri adalah warga Amerika Serikat.

Cara peretas membobol akun PayPal dan Apple bagaimana..?

Peretas menggunakan metode atau teknik yang memang sudah dari dulu dikenal di dunia perbankan online, yakni dengan metode Spamming dan Carding.

Untuk metode Spamming biasanya adalah dengan cara mengirim dan menyebarkan email dengan mengatasnamakan dari admin resmi PayPal atau Apple sambil menyertakan link atau script tertentu menuju website palsu yang ketika calon korban tidak curiga maka user name serta password nya akan dengan mudah diketahui oleh pelaku. Silahkan baca: Penipuan PayPal Lewat Email Palsu.

Atau, selain Spamming, biasanya pelaku juga menggunakan metode penyebaran keylogger, yakni sejenis aplikasi jahat yang dapat merekam semua tindakan yang ada dipapan keyboard.

Dan cara penyebarannya biasanya pelaku lakukan dengan pancingan-pancingan berbagai software berbayar yang bisa diinstall secara gratis menggunakan keygen khusus yang sudah dimodifikasi atau ditanamkan keylogger didalamnya. Jadi ketika software sudah di install maka secara otomatis keylogger tersebut juga akan ikut terinstall juga.

Sedangkan untuk metode Carding pencurian data korbannya dilakukan dengan cara offline seperti misalnya mengambil informasi dari transaksi-transaksi yang dilakukan ketika membayar hotel, restoran, dan lain-lain.

Disebut juga bahwa para pelaku merupakan anggota dari grup facebook tertutup Kolam Tuyul, akan tetapi setelah admin coba buka ke "Official of Kolam Tuyul" di deskripsinya hanya berisi seputar jual beli.

Diposting oleh

lowongan kerja wanita usia 45 tahun
Random PostsLainnya...

    0 komentar: