ADB Pastikan Indonesia Dapat Pinjaman 2 Miliar Dollar AS Per Tahun

[Iklan Sponsor oleh Google]

pinjaman-adb-indonesia-2017
Pada tanggal 1 Februari 2017 kemarin, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bertemu dengan Presiden Asian Development Bank atau ADB yang bernama Takehiko Nakao. Dan dalam pertemuan kedua orang penting tersebut menghasilkan sebuah keputusan bahwa ADB akan memastikan negara Indonesia kembali mendapatkan pinjaman dana sekitar 2 Miliar Dollar Amerika Serikat untuk setiap tahunnya. Hal tersebut tentu saja akan menambah lagi deretan daftar hutang luar negeri Indonesia untuk tahun 2017 ini.

Apa sebenarnya ADB itu..?

Seperti pada namanya Asian Development Bank yang jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia adalah Bank Pembangunan Asia, merupakan sebuah Bank atau lembaga keuangan yang sengaja didirikan untuk membangun dan mengurangi tingkat kemiskinan di sekitar Asia dan Pasifik.

Sejak kapan ADB ini didirikan dan mulai beroperasi..?

Didukung dari sebanyak 31 negara anggota yang kantornya bertempat di  kota Manila - FIlipina, sejak tahun 1996 ADB ini ada dan hingga sekarang jumlah negara persertanyapun sudah mencapai 60 negara lebih termasuk Indonesia.

Dalam pertemuan antara kedua tokoh tersebut seperti diberitakan di situs resmi www.adb.org, orang nomor satu di ADB tersebut memuji kinerja Jokowi atas kebijakan-kebijakan ekonomi yang di keluarnya terlebih dalam situasi dan kondisi keuangan global yang tidak pasti dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, ADB juga memperkirakan bahwa angka perekonomian Indonesia akan bisa tumbuh sebesar 5,1%. Sementara untuk inflasi juga diperkirakan akan turun 4% dan lebih baik jika dibandingkan pada tahun 2016 kemarin.

Untuk apa sajakah uang pinjaman Indonesia dari Asian Development Bank (ADB) tersebut..?

Antara ADB dan pemerintah Indonesia telah berkomitment bahwa dana pinjaman tersebut akan lebih difokuskan dalam hal pembangunan infrastruktur, penguatan tata kelola ekonomi, serta peningkatan pendidikan dan keterampilan.

Bagi kita sebagai warga Indonesia biasa, tentu tidak bisa melakukan apa-apa dalam hal persetujuan atau pernjanjian hutang negara dengan institusi internasional manapun. Namun pasti semua dari kita hanya berharap agar setiap rupiah dana tersebut dipergunakan secara benar dengan tetap mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Karena sebesar apapun jumlah tersebut jika tidak dipergunakan secara benar, maka tidak pernah akan membuat rakyat makmur dan sejahtera. Seperti yang untuk saat ini masih terjadi diantaranya terus meningkatnya jumlah pengangguran yang butuhkan lowongan pekerjaan banyak, penipuan bisnis investasi, harga-harga yang terus naik, terlebih praktik-praktik korupsi pejabat negara yang masih terus ada.

. . . . .

Artikel terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar