Berapa Triliun Kah Hutang Negara Indonesia Saat Ini?

[Iklan Sponsor oleh Google]

jumlah-hutang-negara-2017
Tahukah anda berapa jumlah hutang negara Indonesia hingga awal bulan di tahun 2017 saat ini..? 10 triliun, 100 triliun, atau 1000 triliun..? jawaban tepatnya adalah Rp. 3.485,36 Triliun. Wow! dan jumlah uang tersebut terhitung per bulan November tahun 2016. Dan ternyata, jumlah nilai atau angka yang sudah mencapai lebih dari 3000 triliun tersebut posisinya naik sebesar 1,32% dari posisi bulan sebelumnya pada tahun yang sama yakni Rp. 3.439,78.

Data tersebut kami kutip dari sumber video berita Metro Bisnis di situs http://video.metrotvnews.com/metro-bisnis/Rb1lLp2N-nilai-utang-indonesia-per-november-naik-jadi-rp3-485-36-trilun yang sudah dipublis sejak 16 Januari 2017 yang juga datanya bersumber langsung dari DJPPR Kementrian Keuangan Republik Indonesia.

Hutang tersebut digunakan pemerintah era Pak Presiden Jokowi sebagai salah satu cara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi terutama untuk membantu membiayai pada sektor-sektor produksi yang sangat memerlukan modal besar. Baca juga: cara hutang pulsa xl dan axis.

Darimanakah sumber dana pinjaman hutang tersebut diperoleh oleh Pemerintah Indonesia..?

Menurut data dari liputan6.com, sumber dana didapatkan dari berbagai negara yang terjalin dalam hubungan bilateral dan juga Lembaga Keuangan Dunia, dimana 5 posisi pemberi pinjaman terbesarnya adalah Jepang, Prancis, Jerman, Korea Selatan, dan China.

Silahkan lihat 10 negara pinjaman hutang terbesar berikut ini per November 2016:

1. Jepang dengan pinjaman Rp 209,62 triliun, 

2. Prancis Rp 23,96 triliun

3. Jerman Rp 22,79 triliun

4. Korea Selatan Rp 20,29 triliun

5. China Rp 12,80 triliun

6. Amerika Serikat Rp 9,64 triliun

7. Australia Rp 7,51 triliun

8. Spanyol Rp 3,58 triliun

9. Rusia Rp 3,49 triliun

10. Inggris Rp 2,28 triliun

Dan juga beberapa negara lain yang jumlahnya mencapai Rp 10,64 triliun.


Sedangkan untuk sumber pinjaman multilateral yang berasal dari Lembaga Keuangan Dunia, berikut rinciannya:

1. Bank Dunia dengan kucuran pinjaman Rp 233,53 triliun 

2. Asian Development Bank (ADB) Rp 120,44 triliun

3. Islamic Development Bank (IDB) Rp 9,30 triliun

4. International Fund for Agricultural Development (IFAD) Rp 2,21 triliun

5. Bank Investasi Eropa (EIB) Rp 0,34 triliun

6. Nordick Investment Bank (NIB) Rp 0,17 triliun

Utang yang berasal dari komersial bank senilai Rp 46,60 triliun, antara lain :

1. Amerika Serikat (AS) senilai Rp 10,29 triliun

2. Singapura Rp 7,75 triliun

3. Prancis Rp 8,45 triliun

4. Belanda Rp 6,24 triliun

5. Austria Rp 4,79 triliun

6. Rusia Rp 4,78 triliun

7. Inggris Rp 0,82 triliun

8. Jepang Rp 0,58 triliun

9. Taiwan Rp 0,62 triliun

10. Jerman Rp 0,56 triliun

11. Negara lain Rp 1,71 triliun.

Dengan jumlah hutang negara yang jumlahnya sudah mencapai angka yang sudah sedemikian besarnya, Pemerintahan Jokowi diharapkan akan mempergunakannya secara tepat, hemat, dan juga transparan demi tercapainya peningkatan pertumbuhan perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik.

Jangan sampai, dana pinjaman tersebut digelontorkan untuk anggaran-anggaran yang sebenarnya tidak terlalu penting yang hanya akan menghambur-hamburkan uang negara saja yang malah akan semakin memperburuk kondisi perekonomian bangsa ini.

. . . . .

Artikel terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar